LayarNarasi.Com – Penampakan bekas gedung Kedutaan Besar Inggris kembali menjadi sorotan publik setelah muncul rencana pembangunan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) setinggi 40 lantai di lokasi tersebut. Gedung yang memiliki nilai historis dan berada di kawasan strategis ini kini memasuki babak baru, dari simbol diplomasi internasional menjadi pusat aktivitas keumatan berskala nasional.
Bangunan eks Kedubes Inggris tersebut tampak masih kokoh, meski sebagian area menunjukkan bekas-bekas aktivitas lama. Lokasinya yang berada di pusat ibu kota membuat rencana pembangunan kantor MUI menjadi perhatian, baik dari sisi tata kota, fungsi bangunan, hingga dampaknya bagi masyarakat sekitar.
Penampakan Bekas Gedung Kedubes Inggris Sebelum Pembangunan
Berdasarkan pantauan di lapangan, area bekas Kedubes Inggris masih mempertahankan struktur utama bangunan lama. Beberapa bagian terlihat telah kosongkan, sementara halaman luas di sekitarnya memberikan gambaran potensi pengembangan gedung bertingkat tinggi.
Gedung ini sebelumnya kenal sebagai kawasan diplomatik yang tertutup dan memiliki sistem keamanan ketat. Kini, suasana mulai berubah. Akses terlihat lebih terbuka, dan sejumlah persiapan awal sebut-sebut sudah mulai lakukan untuk mendukung proses pembangunan ke depan.
Keberadaan bangunan lama ini juga menimbulkan diskusi terkait pelestarian nilai sejarah. Banyak pihak berharap, meski akan bangun gedung baru setinggi 40 lantai, unsur-unsur historis tetap perhatikan agar identitas kawasan tidak sepenuhnya hilang.
Secara visual, lokasi ini nilai sangat mendukung pembangunan gedung modern. Letaknya yang strategis, dekat dengan pusat pemerintahan dan bisnis, menjadikan proyek ini berpotensi menjadi salah satu ikon baru di kawasan tersebut.
Rencana Kantor MUI 40 Lantai dan Dampaknya
Rencana pembangunan kantor MUI setinggi 40 lantai sebut sebagai langkah besar dalam memperkuat peran lembaga keagamaan di tingkat nasional maupun internasional. Gedung ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai kantor administratif, tetapi juga pusat kajian, pendidikan, dan kegiatan keumatan.
Dengan konsep gedung vertikal, MUI nilai ingin menyesuaikan diri dengan perkembangan kota metropolitan yang menuntut efisiensi ruang. Gedung bertingkat tinggi memungkinkan berbagai fungsi terpusat dalam satu lokasi, mulai dari ruang pertemuan, auditorium, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Dari sisi tata kota, pembangunan ini prediksi membawa dampak signifikan. Aktivitas di sekitar lokasi akan meningkat, baik dari segi lalu lintas maupun ekonomi. Kehadiran gedung MUI juga yakini dapat menghidupkan kawasan sekitar melalui berbagai kegiatan berskala nasional.
Namun demikian, rencana ini juga memunculkan perhatian terkait perizinan, dampak lingkungan, dan kesiapan infrastruktur. Pemerintah daerah harapkan dapat mengawal proses pembangunan agar tetap sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Transformasi bekas gedung Kedubes Inggris menjadi kantor MUI 40 lantai mencerminkan perubahan fungsi ruang kota yang dinamis. Dari pusat diplomasi asing menjadi pusat kegiatan keagamaan nasional, proyek ini menandai babak baru yang sarat makna dan berpotensi menjadi landmark penting di masa depan.
