LayarNarasi.Com – Banjir bandang melanda enam kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air tinggi menyebabkan arus deras menerjang permukiman warga dan merusak berbagai fasilitas umum. Salah satu dampak paling parah adalah hanyutnya jembatan darurat yang selama ini menjadi akses penghubung antarwilayah.
Peristiwa ini terjadi secara cepat pada malam hingga dini hari, saat sebagian warga tengah beristirahat. Air tiba-tiba naik dengan membawa material kayu, batu, dan lumpur dari hulu sungai. Warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi kelompok paling terdampak dan harus segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Data sementara dari pemerintah daerah menyebutkan ratusan rumah terdampak genangan dengan ketinggian air bervariasi. Selain itu, akses jalan utama di beberapa kecamatan terputus akibat tertimbun material banjir. Aktivitas masyarakat pun lumpuh sementara, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan.
Enam Kecamatan Terdampak Banjir Parah
Enam kecamatan di Tapteng yang terdampak banjir bandang laporkan mengalami kerusakan cukup signifikan. Selain rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan pasar tradisional ikut terendam. Lahan pertanian yang siap panen juga rusak akibat terjangan arus deras.
Hanyutnya jembatan darurat menjadi perhatian utama karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses tercepat bagi warga menuju pusat kecamatan. Jembatan itu sebelumnya bangun sebagai solusi sementara setelah jembatan permanen mengalami kerusakan beberapa waktu lalu. Kini, warga harus mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan telah turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan kerugian. Bantuan logistik mulai salurkan kepada warga terdampak, termasuk makanan siap saji, selimut, dan air bersih.
Pemerintah daerah juga mendirikan posko darurat untuk memudahkan koordinasi serta distribusi bantuan. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat untuk sementara ungsikan ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu kondisi benar-benar stabil.
Jembatan Darurat Hanyut, Akses Lumpuh
Hanyutnya jembatan darurat akibat banjir bandang di Tapteng memperparah situasi. Arus sungai yang sangat deras membuat struktur jembatan tidak mampu bertahan. Material rangka dan papan jembatan terbawa arus hingga ratusan meter dari titik awal.
Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi logistik dan mobilitas warga. Anak-anak sekolah terpaksa liburkan sementara, dan pedagang kesulitan mengirimkan barang ke pasar. Pemerintah setempat berencana segera membangun kembali jembatan sementara agar aktivitas masyarakat bisa pulih.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga menekankan pentingnya langkah mitigasi jangka panjang. Normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta penataan kawasan bantaran sungai menjadi agenda yang akan bahas lebih lanjut. Edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana juga nilai penting untuk meminimalkan risiko korban di masa mendatang.
Hingga saat ini, cuaca di wilayah Tapteng masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Warga imbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan maupun tanah longsor di daerah perbukitan.
Banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Tapanuli Tengah ini menjadi pengingat bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat butuhkan untuk mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat ketahanan menghadapi bencana di masa depan.
