Jakarta, LayarNarasi.Com – Banjir bandang melanda Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menimbulkan kerusakan parah dan memicu kepanikan warga. Salah satu dampak paling mengkhawatirkan adalah jebolnya makam di wilayah terdampak, sehingga sejumlah jenazah terbawa arus banjir yang deras. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Dompu selama beberapa jam, membuat aliran sungai meluap dan menghantam pemukiman serta area pemakaman.
Warga sekitar melaporkan bahwa air banjir datang dengan cepat, menenggelamkan rumah-rumah warga, jalan utama, dan fasilitas umum. Banyak warga terpaksa menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi, sementara barang-barang dan hewan peliharaan mereka hanyut terbawa arus. Tim SAR dan relawan segera kerahkan untuk melakukan evakuasi dan mengevakuasi korban terdampak.
Banjir yang menghantam Dompu ini menjadi peringatan serius terkait potensi bencana alam di daerah rawan banjir. Selain merusak pemukiman, kerusakan pada makam menimbulkan trauma emosional bagi keluarga dan warga setempat. Pihak berwenang tengah melakukan pendataan korban dan menyiapkan langkah penanganan darurat.
Mayat Terbawa Arus, Tim SAR Siaga
Akibat jebolnya makam, beberapa jenazah terbawa arus dan tersebar di sekitar wilayah terdampak banjir. Tim SAR, bantu warga setempat, berupaya melakukan pencarian dan evakuasi. Petugas menggunakan perahu karet dan peralatan penyelamatan khusus untuk mengevakuasi jenazah serta warga yang masih terjebak di lokasi banjir.
Pemerintah daerah NTB meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi banjir. Posko darurat buka untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal sementara, sekaligus mendistribusikan bantuan pangan, air bersih, dan perlengkapan darurat. Pihak kepolisian dan BPBD juga mengimbau warga untuk berhati-hati terhadap aliran sungai yang masih deras dan berpotensi memicu longsor.
Selain itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan instansi terkait untuk meninjau kerusakan infrastruktur dan pemakaman, agar kejadian serupa dapat cegah di masa depan. Analisis awal menyebutkan bahwa kombinasi hujan ekstrem dan drainase yang kurang optimal memperparah dampak banjir.
Kejadian ini kembali menekankan pentingnya kesiap-siagaan bencana dan koordinasi antara warga, pemerintah, dan tim SAR. Meski banjir telah surut di beberapa titik, ancaman banjir susulan tetap ada, sehingga mitigasi risiko harus terus lakukan.
Banjir bandang yang menghantam Dompu, NTB, dengan jebolnya makam dan terbawanya jenazah oleh arus, menjadi tragedi sekaligus pelajaran penting. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan sistem peringatan dini, memperkuat infrastruktur, dan menjaga keselamatan warga dari bencana alam yang tak terduga.
