Jakarta, LayarNarasi.Com – Nama Timothy Ronald mendadak menjadi perbincangan hangat di dunia kripto Indonesia setelah laporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi aset kripto bernilai miliaran rupiah. Kasus ini mencuat setelah seorang pelapor berinisial Y merasa rugikan karena mengikuti sinyal trading kripto yang janjikan memberi keuntungan besar, namun berakhir merugi.
Laporan itu menyebutkan bahwa korban awalnya tergabung dalam grup komunitas yang bentuk oleh Timothy. Yaitu Akademi Crypto, dan berikan instruksi untuk membeli koin tertentu dengan janji kenaikan harga signifikan hingga ratusan persen. Namun realitanya, harga aset itu justru turun drastis dan membuat korban mengalami kerugian besar.
Polda Metro Jaya tengah melakukan penyelidikan terhadap laporan ini, dan hingga kini status Timothy masih terlapor dalam tahap lidik (penyelidikan). Belum tetapkan sebagai tersangka. Polisi juga akan memanggil pihak pelapor untuk klarifikasi dan mengecek bukti‑bukti yang serahkan.
Profil dan Perjalanan Karier Timothy Ronald
Timothy Ronald lahir pada 22 September 2000 di Tangerang Selatan dan kenal sebagai salah satu tokoh muda di dunia investasi dan kripto Indonesia. Ia mulai aktif berkecimpung di dunia investasi sejak usia remaja dan sempat terjun ke berbagai usaha sebelum fokus pada aset digital dan edukasi finansial.
Sebagai bagian dari kiprahnya, Timothy mendirikan Ternak Uang. Sebuah platform edukasi finansial yang sempat mendapat perhatian publik. Ia juga kemudian bersama rekannya Kalimasada membentuk Akademi Crypto pada akhir 2022. Yang fokus memberikan pendidikan tentang teknologi blockchain, manajemen portofolio, dan strategi investasi kripto. Platform ini menyedot minat banyak investor dan trader pemula di Indonesia.
Selain itu, Timothy tercatat pernah menjabat posisi penting di beberapa perusahaan lain. Ia pernah menjadi CEO di Akademi Crypto, Commissioner di Holywings Group, dan Co‑Owner di FLOQ, menunjukkan bahwa kiprahnya tidak hanya di satu bidang saja.
Kendati demikian, nama Timothy tidak lepas dari kontroversi. Sebelum kasus penipuan ini mencuat, ia kenal sebagai influencer keuangan dan aktif membagikan konten edukasi investasi di platform seperti YouTube dan Instagram, dengan jutaan pengikut.
Kronologi Dugaan Penipuan dan Dampaknya
Menurut laporan yang beredar, kasus ini bermula pada Januari 2024, ketika korban yang tergabung di grup Akademi Crypto mendapatkan sinyal untuk membeli koin bernama Manta dengan janji potensi keuntungan besar. Korban kemudian menginvestasikan uang senilai Rp3 miliar, namun koin itu justru turun hingga nilai minus 90% dan investasi mereka ikut merosot.
Diduga total kerugian yang rasakan oleh para investor mencapai ratusan miliar rupiah, dengan jumlah korban yang cukup banyak. Hal ini memicu beberapa anggota komunitas untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada polisi.
Polda Metro Jaya kini tengah mengusut kasus ini secara serius. Polisi telah menerima laporan dan berencana memanggil lebih banyak saksi serta memverifikasi bukti investasi dan aktivitas yang curigai sebagai penipuan.
