Kemlu Venezuela Stabil Usai AS Tangkap Maduro 37 WNI Aman

Kemlu Venezuela Stabil Usai AS Tangkap Maduro 37 WNI Aman

Jakarta, LayarNarasi.Com Situasi politik dan keamanan di Venezuela laporkan mulai berangsur stabil dan normal setelah operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal Januari 2026. Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, meskipun sempat terjadi ketegangan, aktivitas masyarakat kini mulai kembali seperti biasa. Toko‑toko telah buka kembali dan lalu lintas kendaraan di ibu kota Caracas mulai ramai seperti kondisi normal.

Operasi penangkapan Maduro lakukan oleh pasukan AS dan menjadi titik puncak tekanan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Usai penangkapan tersebut, pemerintah sementara di Venezuela berupaya menstabilkan kondisi dalam negeri dan memulihkan aktivitas sosial ekonomi. Meski demikian, pemerintah Indonesia dan perwakilan diplomatik terus memantau situasi untuk memastikan perkembangan keamanan di wilayah tersebut.

Perlu catat bahwa meskipun kondisi mulai stabil, demonstrasi kecil masih terjadi di beberapa titik. Namun, pihak berwenang menilai aksi tersebut masih terkendali dan belum menimbulkan gangguan besar terhadap ketertiban umum. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas juga terus menjalin komunikasi dengan pihak berwenang setempat untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat.

Kemlu Pastikan 37 WNI di Venezuela Aman

Salah satu fokus utama Indonesia dalam perkembangan ini adalah perlindungan WNI yang berada di Venezuela. Kemlu memastikan bahwa 37 WNI yang terdata di negara tersebut berada dalam kondisi aman dan sehat. Sebagian besar dari mereka merupakan staf dan keluarga besar KBRI Caracas, sedangkan beberapa lainnya adalah WNI yang menetap, menikah, dan bekerja di Venezuela.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa KBRI Caracas telah menyusun rencana kontingensi atau protokol darurat jika kondisi di Venezuela kembali memanas atau memburuk. Koordinasi intensif lakukan antara KBRI dengan pihak berwenang setempat untuk memastikan keselamatan WNI dan respons cepat terhadap setiap perubahan situasi.

Selain itu, Kemlu juga telah mengaktifkan alat komunikasi cadangan seperti telepon satelit dan perangkat komunikasi lain untuk memastikan perwakilan Indonesia tetap terhubung dengan pusat kendali di Jakarta meskipun terjadi gangguan jaringan atau pemadaman listrik. WNI imbau untuk tetap waspada, memantau perkembangan, dan mengikuti arahan dari perwakilan RI di sana.

Masyarakat Indonesia juga mendapat kepastian bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan warganya di luar negeri. Terutama di kawasan yang tengah mengalami dinamika politik dan konflik. Pernyataan Kemlu ini memberikan kelegaan bagi keluarga WNI dan publik. Sekaligus menegaskan bahwa langkah perlindungan WNI lakukan secara profesional dan terkoordinasi.

Kendati situasi laporkan mulai stabil, Kemlu terus memantau perkembangan secara berkala dan siap menyesuaikan strategi perlindungan jika perlukan. Pemerintah juga menyerukan agar pemerintah Venezuela dan semua pihak terkait mengedepankan dialog. Serta menghormati hukum internasional guna menciptakan kondisi yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat Venezuela dan warga negara asing yang berada di sana.