Jakarta, LayarNarasi.com – Polisi: 24 Orang Tewas Akibat Bencana Alam di Sumatera Utara Bencana alam melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang cukup parah. Menurut laporan kepolisian, 24 orang meninggal dunia akibat peristiwa ini, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Bencana yang terjadi ini sebagian besar disebabkan oleh banjir bandang dan tanah longsor akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah pegunungan dan dataran rendah.
Beberapa sungai meluap dan merendam pemukiman warga, sementara longsor menutup akses jalan dan merusak rumah-rumah warga di daerah terdampak. Polisi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim SAR langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga terdampak, membersihkan puing, serta membuka jalur transportasi darurat.
“Kami terus berupaya mengevakuasi korban dan memastikan warga aman di tempat pengungsian sementara,” ujar Kepala Kepolisian setempat.
Di lokasi pengungsian, terlihat warga yang selamat menerima bantuan berupa makanan, selimut, air bersih, dan obat-obatan. Anak-anak dan lansia menjadi prioritas utama dalam evakuasi karena kelompok ini paling rentan terhadap dampak bencana. Selain korban jiwa, infrastruktur publik juga terdampak cukup parah. Jembatan, jalan, dan fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan signifikan. Sehingga menghambat distribusi bantuan. Pemerintah daerah bersama aparat terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan dan memastikan akses bantuan sampai ke daerah paling terpencil.
Polisi dan BPBD menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor. Serta selalu mengikuti arahan dari aparat dan pemerintah setempat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan pentingnya mitigasi risiko di wilayah rawan bencana. Masyarakat dan pemerintah berharap bantuan darurat dapat segera menjangkau semua korban. Sementara tim SAR terus bekerja tanpa henti untuk meminimalkan korban lebih lanjut.