Jakarta, LayarNarasi.Com – Bencana alam yang melanda wilayah Langsa beberapa waktu lalu berdampak pada sejumlah fasilitas umum, termasuk SMPN 2 Langsa. Genangan air dan lumpur sisa bencana membuat lingkungan sekolah kotor dan tidak layak gunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat melakukan aksi pembersihan agar sekolah dapat segera fungsikan kembali.
Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Dengan semangat pengabdian dan gotong royong, personel kepolisian turun langsung membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas penunjang lainnya. Langkah cepat ini lakukan agar proses belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama dan siswa dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman.
Aksi Cepat Polri Dukung Pemulihan Pendidikan
Sejak pagi hari, personel Polri mulai membersihkan lumpur yang menumpuk di ruang kelas, lorong, dan halaman sekolah SMPN 2 Langsa. Menggunakan peralatan sederhana seperti sapu, sekop, dan alat semprot air, para petugas bekerja secara bersama-sama untuk mempercepat proses pemulihan lingkungan sekolah.
Pembersihan lakukan secara menyeluruh agar tidak ada sisa lumpur yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap atau gangguan kesehatan. Selain itu, Polri juga memastikan area sekolah aman dan layak gunakan kembali oleh para siswa dan guru. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di sektor pendidikan.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah lingkungan sekolah memberikan rasa aman dan semangat tersendiri bagi pihak sekolah. Kerja cepat dan sigap ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial.
Sekolah Siap Digunakan, Aktivitas Belajar Kembali Normal
Berkat kerja keras Polri, kondisi SMPN 2 Langsa kini kembali bersih dan tertata. Ruang kelas yang sebelumnya penuhi lumpur telah bersihkan, sehingga siap gunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas bantuan yang berikan, karena sangat membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Dengan selesainya pembersihan, sekolah pastikan dapat gunakan kembali mulai hari berikutnya. Para siswa harapkan dapat kembali mengikuti pelajaran tanpa rasa khawatir, sementara guru dapat menjalankan tugasnya dengan lebih tenang. Pemulihan cepat ini juga mencegah terjadinya ketertinggalan materi pelajaran akibat terganggunya aktivitas sekolah.
Aksi Polri membersihkan SMPN 2 Langsa menjadi contoh nyata sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Kepedulian dan tindakan nyata seperti ini harapkan terus lakukan guna mendukung pemulihan di berbagai sektor kehidupan.
Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat. Dengan kebersamaan dan kerja sama yang solid, pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, dan dunia pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
