Trump Ancam Intervensi Militer di Iran China Kecam Tidak Ikutan

Trump Ancam Intervensi Militer di Iran China Kecam Tidak Ikutan

Jakarta, LayarNarasi.Com – Berita internasional ramai membahas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer terhadap Iran jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut. Ancaman itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk China, yang mengecam campur tangan asing dalam urusan internal negara lain dan menyerukan penyelesaian damai atas konflik yang tengah terjadi.

Trump Tegaskan Ancaman Intervensi Militer

Presiden AS Donald Trump beberapa kali menyatakan kekhawatirannya atas tindakan keras yang lakukan oleh pemerintah Iran terhadap demonstran. Ia menyebut bahwa jika pemerintah Iran menggunakan kekuatan lethal secara terus-menerus, Amerika Serikat tidak akan ragu mempertimbangkan opsi militer yang kuat. Pernyataan ini muncul di tengah gelombang protes besar-besaran yang picu oleh berbagai faktor ekonomi dan sosial di Iran selama beberapa pekan terakhir.

Selain itu, Trump juga mengambil langkah tekanan lain seperti pemberlakuan tarif tinggi bagi negara-negara yang tetap menjaga hubungan dagang dengan Iran, serta ancaman sanksi yang lebih keras. Gedung Putih sempat mengatakan bahwa opsi militer tetap “pertimbangkan” jika kekerasan tidak mereda, meskipun belum ada keputusan final mengenai serangan langsung.

Kebijakan Trump ini membuat ketegangan meningkat di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Iran menanggapi dengan keras, menyebut pernyataan Trump sebagai upaya untuk menciptakan dalih intervensi militer dan pelanggaran kedaulatan negara. Selain itu, kekhawatiran juga datang dari sekutu AS sendiri yang khawatir intervensi semacam ini dapat memicu konflik yang lebih luas.

Respons China: Tolak Intervensi, Dukung Stabilitas

Menanggapi ancaman tersebut, China memberikan pernyataan resmi yang tegas menolak campur tangan militer atau kekuatan eksternal di urusan internal Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa Beijing mendukung penyelesaian damai dan stabilitas nasional di kawasan. Serta menolak segala bentuk ancaman kekerasan atau intervensi oleh negara asing.

China menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara lain dan menolak penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional. Beijing juga menyatakan harapannya agar pemerintah dan rakyat Iran dapat mengatasi tantangan internal tanpa tekanan dari luar. Serta menyerukan dialog diplomatik sebagai pilihan terbaik dalam meredakan ketegangan.

Reaksi China ini tidak lepas dari posisinya sebagai mitra dagang utama Iran, terutama dalam sektor energi. Kebijakan AS yang menargetkan hubungan dagang antara Iran dan negara lain, termasuk tarif tinggi terhadap mitra dagang. Juga mendapat perhatian Beijing yang melihat dampaknya terhadap stabilitas ekonomi regional.

Secara umum, respons internasional menunjukkan adanya pembagian pendapat mengenai langkah yang tepat dalam menanggapi situasi di Iran. Sementara Trump menekankan tindakan tegas jika kekerasan berlanjut, China lebih memilih pendekatan non-intervensi dan mengutamakan dialog damai. Perkembangan selanjutnya akan terus pantau oleh dunia, karena kemungkinan eskalasi konflik masih menjadi kekhawatiran utama banyak pihak.