Jakarta, LayarNarasi.Com – Media sosial hebohkan oleh kabar SMPN di Depok yang telah renovasi dengan anggaran Rp28 miliar, namun sejumlah siswa justru terlihat membawa meja belajar dari rumah. Video dan foto kondisi tersebut dengan cepat viral dan memicu beragam reaksi publik.
Dalam unggahan yang beredar, tampak siswa datang ke sekolah sambil membawa meja lipat atau meja kayu kecil. Warganet pun mempertanyakan ke mana alokasi anggaran renovasi sekolah yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah tersebut.
Renovasi SMPN tersebut ketahui mencakup perbaikan bangunan, ruang kelas, serta fasilitas pendukung lainnya. Namun, keterbatasan sarana belajar seperti meja dan kursi membuat siswa harus membawa perlengkapan sendiri agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa proses pengadaan furnitur masih berlangsung dan belum seluruhnya tersedia di ruang kelas. Untuk sementara, siswa minta membawa meja sendiri sebagai solusi sementara agar pembelajaran tidak terhenti.
Meski begitu, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik. Banyak masyarakat menilai kondisi ini tidak sebanding dengan besarnya anggaran renovasi yang telah kucurkan. Warganet mendesak dinas terkait untuk melakukan evaluasi dan transparansi penggunaan dana.
Kasus ini juga menarik perhatian pemerhati pendidikan yang menekankan pentingnya perencanaan renovasi yang menyeluruh, tidak hanya fokus pada bangunan fisik, tetapi juga kelengkapan fasilitas belajar siswa.
Pemerintah daerah Depok menyatakan akan menindaklanjuti viralnya kasus tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke sekolah. Jika temukan kekurangan atau kelalaian, perbaikan akan segera lakukan agar siswa dapat belajar dengan nyaman.
Viralnya SMPN di Depok ini menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak hanya soal gedung baru, tetapi juga kesiapan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar secara layak dan manusiawi.
